Cut Nyak Dien adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang terkenal karena keberaniannya dalam memimpin perlawanan terhadap penjajahan Belanda di Aceh pada abad ke-19. Nama “cut” adalah panggilan untuk perempuan bangsawan di Aceh, sementara “nyak” adalah gelar kehormatan untuk perempuan. Semangat juang perlawanan Cut Nyak Dien bertambah kuat saat Belanda membakar masjid yang berada di Aceh. Dengan semangat menyala, beliau mengajak seluruh rakyat Aceh untuk berjuang. Saat Teuku Ibrahim gugur, di tengah kesedihan beliau bertekad untuk meneruskan perjuangan. Dua tahun setelah kematian suami pertamanya tepat pada tahun 1880.
Konser Musik di Aceh Dibubar Paksa, Sejumlah Saksi Diperiksa. Pada 11 Desember 1906, dua tahun setelah masa Perang Aceh berlalu (1873-1904), Cut Nyak Dien, salah satu tokoh terpenting dalam sejarah perang tersebut, ditangkap Belanda dan dibuang ke Sumedang di wilayah Priangan (Jawa Barat). Namun, Belanda membuang perempuan paling berpengaruh
Pada masa penjajahan, setiap daerah memiliki pemimpin untuk mengusir penjajah dari tanah kelahirannya. Cut nyak dien adalah seorang sosok pahlawan wanita dari Aceh Barat yang mendapat julukan srikandi Indonesia. Cut Nyak Dien memimpin perang di garis depan, melawan Belanda yang mempunyai persenjataan lebih lengkap.
Saat ini, layanan penerbangan dengan pesawat Wings Air kapasitas 72 penumpang sepekan 4 hari yakni Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu. Hal itu dikatakan Kepala Bandara CND Nagan Raya, Sarmin kepada Serambinews.com. "Penumpang semakin banyak. Layanan sepekan empat hari," katanya. Penerbangan Wings Air ini melayani rute dari Bandara Internasional . 385 67 103 344 280 277 109 369

puisi cut nyak dien